Community for Humanity
..
Bang Woks
Alhamdulillah kemarin kami perwakilan Aliansi Mahasiswa Jawa Barat (ALJABAR) bisa berpartisipasi dalam acara yang di helat oleh sekitar lebih dari 49 komunitas yang ada di Kabupaten Tulungagung. Acara tersebut di inisiasi oleh berbagai komunitas seperti, komunitas motor, guyub rukun, reptil, badut, dance, costplay, berbagi nasi dan masih hanyak lagi yang lainya. Acara yang bertepatan dengan momen bulan puasa tersebut terangkai mulai dari acara pagelaran seni, bagi takjil, buka bersama sampai santunan untuk 44 anak SLB dan sekitar 100 anak yatim. Sungguh acara yang sangat menginspirasi semua pihak untuk saling bersyukur dan berbagi.
..
Bang Woks
Alhamdulillah kemarin kami perwakilan Aliansi Mahasiswa Jawa Barat (ALJABAR) bisa berpartisipasi dalam acara yang di helat oleh sekitar lebih dari 49 komunitas yang ada di Kabupaten Tulungagung. Acara tersebut di inisiasi oleh berbagai komunitas seperti, komunitas motor, guyub rukun, reptil, badut, dance, costplay, berbagi nasi dan masih hanyak lagi yang lainya. Acara yang bertepatan dengan momen bulan puasa tersebut terangkai mulai dari acara pagelaran seni, bagi takjil, buka bersama sampai santunan untuk 44 anak SLB dan sekitar 100 anak yatim. Sungguh acara yang sangat menginspirasi semua pihak untuk saling bersyukur dan berbagi.
Rasanya memang benar, bahwa negeri ini tidak pernah kekurangan orang
baik. Orang-orang yang masih peduli dengan keadaan sesamanya, tanpa
memandang apapun warna kulit, ras, agama dan lainya. Memanglah aksi
solidaritas tersebut yaitu sebuah aksi nyata penggalangan dana untuk
saudara-saudara kita yang tidak mampu dan serba kekurangan. Mereka
mencoba menggalang dana melalui acara tersebut dan di akhiri dengan
santunan. Dan alhamdulillah donasi yang terkumpul mencapai Rp 18 juta.
Kami hanya berfikir bahwa berbuat baik itu tidak harus kita selalu di konotasikan dengan mereka yang selalu dengan jubah keagamaan, yang sepertinya peran para komunitas terpinggirkan, padahal secara fakta merekapun lebih agamis dari yang kita kenal. Mereka saling hormat menghormati antara sesama komunitas dan yang berbeda agama. Mereka sama rasa, sama rata, makan bersama dalam menu santap berbuka. Karena memang pada saat itu bertepatan dengan hari lahir pancasila, maka tentunya semakin bhineka tunggal ika, semakin pedulilah kita dengan sesama. Dan itulah yang harus kita praktekan dalam berbangsa dan bernegara.
Tak kuasa menahan air mata ketika salah seorang siswa SLB menampilkan kebolehanya dengan membaca puisi, yang salah satu baitnya berbunyi "ibu ayah kau janganlah malu dengan keberadaanku, aku percaya bahwa Allah menghadirkanku untuk merawat kasih sayangnya di muka bumi". Memang itulah salah satu bentuk mengapresiasi dari panitia terhadap mereka. Walaupun mereka memiliki kekurangan akan tetapi semangatnya tak pernah padam, sehingga hadirnya mereka adalah pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang sempurna. Mereka juga layak untuk merengkuh kebahagiaan seperti kita.
Semoga acara solidaritas untuk kemanusiaan seperti ini terus lestari dan akan tetap ada. Karena hanya dengan cara itulah kita dapat menghayati hidup dalam bingkai kebermaknaan. Terus tebarkan virus manfaat ke seluruh negeri, agar semua tahu bahwa kebaikan tak akan pernah berbohong. Ciptakan kebaikan walau hanya sekedar senyuman. Mungkin itu pula salah satu cara kita dalam merawat ajaran pancasila yang selama ini selalu kita gaung-gaungkan.
#Salam_kahiji
#Salam_Budaya
Kami hanya berfikir bahwa berbuat baik itu tidak harus kita selalu di konotasikan dengan mereka yang selalu dengan jubah keagamaan, yang sepertinya peran para komunitas terpinggirkan, padahal secara fakta merekapun lebih agamis dari yang kita kenal. Mereka saling hormat menghormati antara sesama komunitas dan yang berbeda agama. Mereka sama rasa, sama rata, makan bersama dalam menu santap berbuka. Karena memang pada saat itu bertepatan dengan hari lahir pancasila, maka tentunya semakin bhineka tunggal ika, semakin pedulilah kita dengan sesama. Dan itulah yang harus kita praktekan dalam berbangsa dan bernegara.
Tak kuasa menahan air mata ketika salah seorang siswa SLB menampilkan kebolehanya dengan membaca puisi, yang salah satu baitnya berbunyi "ibu ayah kau janganlah malu dengan keberadaanku, aku percaya bahwa Allah menghadirkanku untuk merawat kasih sayangnya di muka bumi". Memang itulah salah satu bentuk mengapresiasi dari panitia terhadap mereka. Walaupun mereka memiliki kekurangan akan tetapi semangatnya tak pernah padam, sehingga hadirnya mereka adalah pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang sempurna. Mereka juga layak untuk merengkuh kebahagiaan seperti kita.
Semoga acara solidaritas untuk kemanusiaan seperti ini terus lestari dan akan tetap ada. Karena hanya dengan cara itulah kita dapat menghayati hidup dalam bingkai kebermaknaan. Terus tebarkan virus manfaat ke seluruh negeri, agar semua tahu bahwa kebaikan tak akan pernah berbohong. Ciptakan kebaikan walau hanya sekedar senyuman. Mungkin itu pula salah satu cara kita dalam merawat ajaran pancasila yang selama ini selalu kita gaung-gaungkan.
#Salam_kahiji
#Salam_Budaya
Komentar
Posting Komentar