Langsung ke konten utama
Buka Mata Buka Hati
..
Bang Woks
Alhamdulillah sore itu (8/6/18) saya bisa menyempatkan waktu buat menghadiri acara yang di gagas oleh AMANAH PEDULI yaitu pelantikan pengurus AMANAH dan Buka Puasa Bersama (BUKBER). Peserta yang hadir pun beragam, mulai dari angkatan pertama hingga angkatan yang paling baru, walaupun hanya beberapa saja.
Tentu acara tersebut sangatlah khidmat apalagi ketika sesi akhir yang dapat menghadirkan kekasih Rasulullah (anak yatim), sekaligus santunan dan mendoakan untuk kita semua khususnya madrasah agar terus eksis dan barokah. Ini adalah cara meramu kesalehan ritual dalam bingkai keshalehan sosial.
AMANAH PEDULI yang saya fahami adalah wadah gerakan sosial pendidikan yang di peruntukan bagi alumni atau siapa pun untuk sama-sama membangun almamaternya menjadi maju dan mapan. Embrionya telah lama ada, namun eksistensi dan operasionalnya baru 2 periode ini berjalan. Tentunya harapan besar organisasi yang berada di bawah payung sekolah ini dapat amanah memberikan fasilitas para alumninya dalam menderma dan berbagi. Tujuan utamanya tentu membangun peradaban sekolah yang maju dan membantu siswa yang tidak mampu agar terus tetap melanjutkan pendidikanya.
Jika semua elemen masyarakatnya sudah mampu membuka mata, membuka hati mengulurkan bantuanya, menyisihkan sebagian hartanya, maka tak mustahil jika terjadi masalah sosial dan pendidikan, terutama seputar kemiskinan, pasti dapat di ringankan dengan hasil kerjasama tersebut. Sesuai dengan motto organisasi yaitu "milik kita bersama".
Kepedulian tentunya tidak hanya di lukiskan dengan hanya berkata tapi lebih tepatnya dengan bertindak. Karena dengan tindakan yang nyatalah semua masalah dapat di atasi. Lalu jika kita sadar lagi bahwa nama AMANAH tersebut adalah bagian dari melestarikan ajaran kenabian yang 4, shidiq, amanah, fathanah dan tabligh.
Mari para alumni semua di manapun anda berada, kita sambut dengan baik adanya wadah amanah ini. Semoga sosial dan pendidikan di almamater kita dapat maju terus di tengah himpitan zaman yang terus menuntut kompetisi.
Semoga keikhlasan anda dalam berdonasi dapat di ganti yang lebih baik oleh Allah swt.
"Jika menjadi manfaat hari ini, mengapa harus menunggu nanti". Jangan lelah melakukan hal-hal baik. hehe
#Salam_Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 II

Woko Utoro Dalam setiap perlombaan apapun itu pasti ada komentar atau catatan khusus dari dewan juri. Tak terkecuali dalam perlombaan menulis dan catatan tersebut dalam rangka merawat kembali motivasi, memberi support dan mendorong untuk belajar serta jangan berpuas diri.  Adapun catatan dalam perlombaan esai Milad Formasik 14 ini yaitu : Secara global tulisan mayoritas peserta itu sudah bagus. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Terutama soal ketentuan yang ditetapkan oleh panitia. Rerata peserta mungkin lupa atau saking exited nya sampai ada beberapa yang typo atau kurang memperhatikan tanda baca, paragraf yang gemuk, penggunaan rujukan yang kurang tepat dll. Ada yang menggunakan doble rujukan sama seperti ibid dan op. cit dll.  Ada juga yang setiap paragrafnya langsung berisi "dapat diambil kesimpulan". Kata-kata kesimpulan lebih baik dihindari kecuali menjadi bagian akhir tulisan. Selanjutnya ada juga yang antar paragraf nya kurang sinkron. Se...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 I

Woko Utoro Senang dan bahagia saya kembali diminta menjadi juri dalam perlombaan esai. Kebetulan lomba esai tersebut dalam rangka menyambut Milad Formasik ke-14 tahun. Waktu memang bergulir begitu cepat tapi inovasi, kreasi dan produktivitas harus juga dilestarikan. Maka lomba esai ini merupakan tradisi akademik yang perlu terus dijaga nyala apinya.  Perasaan senang saya tentu ada banyak hal yang melatarbelakangi. Setidaknya selain jumlah peserta yang makin meningkat juga tak kalah kerennya tulisan mereka begitu progresif. Saya tentu antusias untuk menilainya walaupun disergap kebingungan karena terlalu banyak tulisan yang bagus. Setidaknya hal tersebut membuat dahaga ekspektasi saya terobati. Karena dulu saat saya masih kuliah mencari esais itu tidak mudah. Dulu para esais mengikuti lomba masih terhitung jari bahkan membuat acara lomba esai saja belum bisa terlaksana. Baru di era ini kegiatan lomba esai terselenggara dengan baik.  Mungkin ke depannya lomba kepenul...