Langsung ke konten utama
Shalat V
..
Bang Woks
Allah Ta’ala berfirman,
لَا إكْرَاه فِي الدِّين قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْد مِنْ الْغَيّ
“Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan” (QS. Al Baqarah: 256). Begitu pula dengan shalat, tidak ada paksaan untuk menunaikanya. Allah swt hanya memberikan seperangkat pikiran (akal) untuk ia gunakan. Sedangkan manusia akan memiliki kecenderungan untuk memilah dan memilih. Memilih mana perintah mana paksaan. Sungguh manusia akan mengerti sendiri, walaupun kesadaranya masih amat relatif, sekalipun shalat berlabel "wajib".
..
Ada sebuah semboyan berkata: credo ut intelligam. aku percaya untuk aku mengerti. Kebanyakan orang-orang dalam mengartikan sesuatu hal kian hari kian mengkhawatirkan. Dalil rasio menjadi satu-satunya pintu masuk menuju pemahaman itu sendiri. Karena perihal shalat juga perihal teologi dan ritual. Teologi berkaitan dengan keimanan, yang keimanan itu lebih dari sebuah keyakinan. Sehingga manusia cenderung pragmatis dalam bersikap. Sungguh amat jelaslah bahwa yang percaya semakin mantaplah ia dan tidak sedikit pula yang mengingkarinya. Disinilah pentingnya kehadiran seorang guru untuk menerangkan fikiran, bahwa shalat adalah sebuah ritual ibadah yang Allah langsung yang memerintahkanya.
Kepercayaan bukan berasal dari kata orang, tapi menurut kepribadian dan kemantapan hati.
..
Shalat yang luar biasa itu yang berada di bawah bayang-bayang tekanan. Suatu kondisi dimana tidak semua orang mengalaminya. Banyak juga contoh orang-orang yang berada pada posisi ini, yang tujuanya hanya ingin mempertahankan keimananya dalam rangkaian shalat. Salah satu contohnya di Hongkong ada seorang TKW dimana shalatnya selalu di lakukan di kamar mandi dan tentunya dalam kaidah fiqh sudah tidak sah. Karena salah satu syarat sahnya shalat ialah dengan kondisi tempat yang suci. Tentu bukan tanpa alasan ia melakukan itu, melainkan jika sampai ia ketahuan oleh majikanya menunaikan shalat maka kondisi pilihan yang harus ia terima ialah kehilangan nyawa. Disisi yang lain ia merupakan tulang punggung keluarga di kampung halamnya.
Dari hal itu sungguh beruntunglah umat Islam di Indonesia, yang selalu beribadah dengan leluasa, tanpa harus berfikir kondisi mungkin atau tidak.
..
Salah satu dampak dari shalat selain kesehatan yaitu, ketentraman dan kedaiaman. Bayangkan saja seorang muallaf begitu sangat berjuang keras dalam mempelajari setiap gerakan shalat dan maknanya. Karena salah satu yang membuat mereka masuk Islam itu sendiri, memang mereka mengakui bahwa dalam shalat itu sendiri mengandung berjuta makna yang ingin mereka ketahui. Terkadang orang yang mengartikan shalat adalah tiang agama. Justru mereka yang baru saja belajar Islam. Namun ironi justru pada umat Islam itu sendiri.
Maka pantaslah mereka para pengkaji Islam (barat khususnya) menganggap bahwa Islam kini tidak ramah seperti kandungan dalam ajaran shalat itu sendiri yang penuh dengan kedamaian.
..
Dalam teori god spot, seseorang menunaikan shalat selain sebagai sebuah bentuk tunduk dan pasrah kepada Tuhanya, mereka juga mencari sejatinya hidup yang sejati. Karena problem manusia modern sekarang ialah kehilangan eksistensial dalam diri. Mereka pergi jauh lalu lupa pulang. Atau tau cara naik namun tidak tau cara turun.
Marilah muslim Indonesia kita membuat ajaran shalat membumi, bukan malah melangit. Jika ajaran tersebut membumi niscaya manusia tersadar bahwa yang selama ini mereka cari ternyata sangat dekat dan lebih dekat dari urat nadi.
Amerika hanya di beri Aman (tidak beriman, atheis dll), Timur tengah hanya di beri iman (tapi tidak aman, terus berperang), tapi Indonesia di beri keduanya. Negeri yang iman dan aman.
Mari membumikan shalat..
#Salam_Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...